Perbaikan dan Maintenance Jalan Di Kebun Sawit

Langsung aja klik link download di bawah ya, untuk fungsi dari software ini saya pikir tidak perlu dijelaskan, karena jika anda sudah mencari software ini maka itu berarti anda sudah paham dengan jelas dengan tujuan dan maksud dari penggunaan software ini :D.
get softwere HWID

CARA BERMAIN POINTBLANK GARENA



"Hendaknya kesibukan kita lebih berfokus pada penyempurnaan penunaian kewajiban-kewajiban kita kepada Tuhan, sebab Dia, Tuhan yang sekaligus Pemberi Rejeki pasti akan membalas penunaian kewajiban tersebut dengan anugrah-Nya yang akan mencukupi kebutuhan kita." my fav words!

Unit alat berat, kendaraan, dan mesin-mesin stasioner yang ada di kebun adalah sarana penunjang operasional kebun. Sebagai barang modal unit-unit tersebut perlu dirawat dan diperbaiki secara terencana. Setiap komponen alat mempunyai umur pakai yang berbeda tergantung pada kondisi operasi, cara pengoperasian dan cara perawatan. Perbaikan yang tidak terencana akan menimbulkan biaya yang mahal dan kerugian akibat terganggunya operasional kebun yang tidak bias diantisipasi sebelumnya.

 Perencanaan Perbaikan dan Perawatan Unit di Kebun
 Perencanaan Perbaikan dan Perawatan Unit di Kebun


Perencanaan perawatan unit memerlukan koordinasi antara bagian Workshop,Logistik, dan Lapangan (Tanaman) dalam setiap pelaksanaan perawatan unit. Bagian logistic memerlukan waktu untuk melakukan pembelian dan pengiriman barang. Berdasarkan pengalaman sejak awal tahun ini bahwa :

1. Unit sering rusak dan standby dalam wakyu yang relative lama yang diakibatkan oleh kurangnya koordinasi antara workshop dengan bagian Logistik serta tidak ada control yang baik secara administrative untuk mengetahui historis/sejarah perawatan unit, keperluan bahan pembantu, keperluan sparepart, dan lain-lain secara efektif.

2. Kunci-kunci dan peralatan sering tidak tersedia di bengkel, tetapi dipinjam bagian lain,disimpan dirumah dan sebagainya.

3. Pengambilan sparepart dari unit lain atau yang dikenal dengan istilah “kanibal”
Untuk mengantisipasi hal tersebut diatas, perencanaan perawatan harus dibuat untuk meminimalkan terjadinya pekerjaan perbaikan unit yang tidak terencana, meningkatkan koordinasi dengan bagian logistic dan operasional. Disamping itu, perencanaan perbaikan dan pemeliharaan berfungsi untuk :

a. Mengatur strategi pemeliharaan
b. Mengetahui perkiraan biaya
c. Pengontrolan Biaya
d. Pengadaan Sparepart
e. Pengadaan kunci-kunci dan peralatan
f. Pengadaan barang-barang pembantu
g. Menghitung keperluan tenaga Mekanik


PERENCANAAN PERBAIKAN UNIT


Untuk membuat perencanaan yang dapat memperkecil pekerjaan perbaikan unit yang tidak terencana diperlukan data :

a. Kondisi Unit
b. Sejarah/historis perbaikan
c. Jam Operasi Unit
d. Kebijakan Pemeliharaan (Umur Pakai Komponen)

Kondisi Unit

Kondisi unit harus diketahui sebagai dasar dalam menentukan rencana pemeliharaan kedepan. Harus dibuat kesimpulan secara teknis apakah unit masih layak untuk dioperasikan atau tidak, jika layak apa perlu perbaikan atau tidak.

Sejarah/Historis Perbaikan

Perbaikan dan perawatan setiap unit harus tercatat dengan baik untuk mengetahui sejarah perbaikan unit yang meliputi Km/HM, tanggal , umur pakai, penyebab kerusakan, dan lain-lain.

Jam Operasi Unit

Jam operasi (HM/Km), digunakan sebagai dasar untuk menentukan tanggal atau jatuh tempo perencanaan perbaikan kedepan. Data jam operasi yang benar disesuaikan beban kerja unit dilapangan.

Kebijakan Pemeliharaan (umur unit dan Komponen)

Kebijakan umur pakai unit dan komponen akan dijadikan dasar dalam perencanaan pemeliharaan harus dianalisa berdasarkan : kondisi medan operasi, cara pengoperasian, dan cara perawatan. Sebagai contoh penggantian/pembersihan filter udara untuk mobil berbahan bakar diesel mungkin dilaksanakan lebih sering, karena medan operasi adalah jalan tanah dan kondisi cuaca musim kering.

Langkah-langkah yang harus dilaksanakan untuk mendukung keberhasilan perencanaan perbaikan dan pemeliharaan unit :

a. Pemeliharaan sesuai dengan standar
b. Melaksanakan program inspeksi
c. Memonitor pemakaian unit yang tidak benar
d. Membuat sejarah unit dengan baik
e. Memonitor kinerja unit
f. Melakukan analysis teknik atas kerusakan yang terjadi
g. Melakukan analys biaya pemeliharaan.

MONITORING UNIT

Inspeksi harian

- Untuk alat berat, mesin-mesin stationer, dan kendaraan-kendaraan ringan (jeep) . Inspeksi Harian dilakukan oleh operator dibawah pengawasan mekanik, mekanikharus memeriksa dan memastikan bahwa inspeksi harian yang dibebankan kepada operator atau supir tersebut selalu dilaksanakan dengan memeriksa laporan dan/atau melakukan inspeksi teknis.

- Sedangkan untuk kendaraan operasional lain seperti Light Truck, DumpTruck harus diperiksa oleh mekanik untuk mengetahui layak operasi atau tidaknya kendaraan tersebut.

- Item yang diperiksa setiap hari sebelum beroperasi sesuai dengan buku petunjuk perawatan untuk setiap tipe unit/kendaraan/mesin-mesin.

- Format Pemeriksaan harian sesuai form. Apabila unit tersebut tidak layak operasi, harus segera dilaporkan kepada Chief Mekanik/Asisten Teknik untuk segera diperbaiki.

- Untuk alat berat dan mesin-mesin stasioner , mekanik harus melakukan inspeksi teknis dalam waktu periode tertentu dengan menggunakan Form.

- Operator /supir/mekanik yang melakukan pemeriksaan harus menyimpan lembaran pemeriksaan harian. Di kantor Workshop/bengkel untuk setiap unit setiap bulan.
Perawatan Berkala (Periodical Service)

- Perawatan berkala dilakukan sesuai dengan pembacaan HM/Km unit sebagaimana buku petunjuk perawatan unit.

- Agar perawatan berkala berjalan dengan semestinya Asisten Teknik/Chief Mekanik harus segera membuat rencana pemeliharaan/perbaikan yang disusun sebaik mungkin agar bahan-bahan pembantu dan sparepart yang harus diganti tersedia pada waktunya dalam jumlah yang cukup dan lengkap.

- Format untuk menyusun keperluan perencaanaan pemeliharaan serta kebutuhan part dan lain-lain sesuai form. Yang salinannya disampaikan ke  Manager Keuangan/Kabag Logistik kantor pusat.

- Asisten teknik/chief mekanik harus selalu melakukan koordinasi dengan bagian logistic untuk memastikan tersedianya bahan-bahan pembantu dan sparepart.

Laporan Perawatan Unit

Asisten teknik/Chief Mekanik harus membuat detail laporan perawatan unit kepada EM (Estate Manager) yang diantaranya memuat tentang sejauh mana unit tersebut sudah diperbaiki, bagaimana kondisi setelah diperbaiki, dan seberapa sering unit tersebut telah diperbaiki dengan menggunakan form.

Laporan Operasional Unit

Setiap unit harus dibuat laporan operasionalnya dalam waktu periode tertentu (bulanan) untuk memenuhi untuk kerja unit yang selanjutnya dapat dilakukan analisis apakah unit tersebut masih layak operasi atau tidak.


PROSEDUR PERBAIKAN UNIT PENGGANTIAN PART

Spare parts
Spare parts


Prosedur perbaikan dan penggantian part adalah sebagaimana diagram alur dengan penjelasan sebagai berikut :

1. Setiap pengguna/pemakai harus mengajukan permohonan perbaikan kepada workshop menggunakan form.

2. Mekanik Kepala (Asisten Teknik) membuat surat penguasaan kepada seorang atau beberapa mekanik untuk melakukan perbaikan. Surat Perintah atau penugasan dapat langsung dibuat oleh asisten teknik jika pada waktu Inspeksi Teknis sesuai dengan rekomendasi mekanik(pelaksana inspeksi) unit tidak layak operasi dan harus diperbaiki.

3. Untuk perawatan berkala surat penugasan kepada mekanik dilampiri dengan Chief list sebagaiman form untukfarm tractor, dan mesin-mesin stationer lain untuk unit Bulldozer, Motor Grader dan komponen yang diperiksa disesuaikan dengan buku petunjuk perawatan masing-masing jenis unit.

4. Jika harus dilakukan penggantian sparepart maka mekanik harus membuat pengajuan permohonan Permintaan barang (Bon Permintaan Barang) diketahui oleh Asisten Teknik/Kepala Mekanik.

5. Barang dapat dikeluarkan oleh bagian logistic jika sudah diketahui oleh chief mekanik,sedangkan untuk Estate yang belum ada Chief Mekanik disetujui EM.

6. Setiap barang atau sparepart yang diganti harus dikembalikan ke logistic dan bagian logistic membukukan kartu stock barang bekas. Barang-barang bekas dapat dihancurkan atau dimusnahkan atau diputihkan atas persetujuan bersama Kabag/Manager Accounting, Estate Manager, dan Chief Mekanik dengan membuat berita Acara.

7. Historis /sejarah perbaikan unit harus dicatat dan diarsipkan perunit dan dibuatkan sebagaimana form.

8. Setelah pelaksanaan perbaikan Chief Mekanik/Asisten Mekanik dan/atau mekanik melakukan pengujian untuk mengetahui kondisi unit setelah diperbaiki. Jika kondisinya sudah baik dan layak operasi diserahkan kepada pengguna atau pemakai , pengguna menanda tangani form, untuk menyatakan mengetahui telah diperbaiki dan juga telah dilakukan penggantian part (jika ada) sesuai dengan yang tercantum di dalam form tersebut.

9. Pada kondisi dimana Chief Mekanik/Asisten Teknik Workshop belum ada, maka tugas dan tanggungjawab Chief Mekanik/Asisten Teknik Workshop dilaksanakan oleh Asisten Kepala.

Demikianlah Tutorial mengenai  Perencanaan Perbaikan dan Perawatan Unit di Kebun, semoga ada manfaatnya ya, dan saya sangat senang jika sobat dapat berkomentar atau memberi masukan mengenai toturial diatas.

Jika ada sobat Blogger yang ingin berdiskusi seputar Postingan ini atau Postingan tentang Dunia Kebun Sawit, silahkan tinggalkan komentar sobat di kolom komentar blog ini. saya akan sangat senang meresponnya, terimakasih salamAntoncabon.

"Hendaknya kesibukan kita lebih berfokus pada penyempurnaan penunaian kewajiban-kewajiban kita kepada Tuhan, sebab Dia, Tuhan yang sekaligus Pemberi Rejeki pasti akan membalas penunaian kewajiban tersebut dengan anugrah-Nya yang akan mencukupi kebutuhan kita." my fav words!

Survei dan Pemetaan Tanah untuk Sawit


Flow Chart Survey BlockKelapa sawit adalah salah satu komoditas pertanian berbasis lahan yang produktivitasnya sangat ditentukan oleh kualitas, karakteristik, penggunaan dan cara pengelolaan lahan. Oleh karena itu, dalam perencanaan dan operasional perkebunan kelapa sawit sangat memerlukan informasi dasar mengenai lahan yang secara umum dikelompokkan menjadi tiga bagian yaitu kondisi tanah, air dan iklim. Pada masing-masing bagian tersebut terdiri dari beberapa unsur kualitas dan karakteristik lahan yang dapat diperoleh melalui suatu kegiatan survey dan evaluasi lahan.

Dalam beberapa tahun terakhir, stakeholder persawitan telah mengembangkan tool untuk mengukur kinerja pengelolaan perkebunan sawit dan proses produksi olahannya. Tool ini dikenal sebagai RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil). Dalam tool tersebut terdapat 2 prinsip dan 7 kriteria yang berkaitan dengan lahan dalam konteks pengelolaan dan produksi kelapa sawit serta perlindungan terhadap lingkungan. Prinsip dan kriteria tersebut adalah :

Informasi survey tanah dan topografi digunakan untuk perencanaan lokasi dalam pelaksanaan penanaman baru, dan hasil dimasukkan ke dalam rencana dan operasi (Prinsip 7, kriteria 7.2)

Penanaman ekstensif pada lereng yang tajam dan/atau pada tanah marginal dan rapuh dilarang (Prinsip 7, kriteria 7.4)

Analisis yang komprehensif dan partisipatif terhadap dampak sosial dan lingkungan dilakukan sebelum melakukan pembangunan perkebunan atau operasi baru, atau perluasan dari perkebunan yang telah ada, dan hasil dimasukkan ke dalam perencaan manajemen dan oprasi (Prinsip 7, kriteria 7.1)

Praktek yang dilakukan harus mempertahankan kesuburan tanah atau kalau mungkin ditingkatkan pada tingkat kesuburan yang memberikan hasil yang optimal dan berkelanjutan (Prinsip 4, kriteria 4.2)

Teknik yang digunakan meminimalkan dan mengendalikan erosi dan degradasi tanah (Prinsip 4, kriteria 4.3)

Teknik-teknik yang digunakan mempertahankan kualitas dan ketersediaan air permukaan dan air tanah (Prinsip 4, kriteria 4.4)

Guna mendapatkan informasi dasar mengenai kondisi lahan untuk kelapa sawit dan sekaligus pemenuhan terhadap prinsip dan kriteria RSPO, maka untuk perkebunan sawit perlu dilakukan kegiatan survey dan evaluasi lahan. Hasil dari kegiatan ini selanjutnya dapat digunakan dalam menentukan tindakan manajemen dan operasional perkebunan kelapa sawit.

Survey lapangan


Pada tahap kegiatan lapangan, ada dua kegiatan utama, yaitu prasurvei dan surveiutama. Prasurvei dimaksudkan untuk menentukan langkah-langkah yang perlu dilakukan pada survei utama. Di dalam kegiatan ini, dikumpulkan data pendukung seperti data sosial ekonomi, peta desa, dan data yang terkait dengan lahan lainnya; konsultasi dengan instansi terkait maupun perijinan, sampai penentuan letak basecamp, sarana transportasi, tenaga pendamping, dan sebagainya.

Pada tahap survei utama, dilakukan pengamatan tanah dan lingkungannya, termasuk data dan kondisi iklim dan hidrologi yang belum sempat terekam pada prasurvei. Pengamatan tanah dilakukan dengan membuat lubang ukuran 50 X 50 cm sedalam 40-50 cm, yang dinamakan sebagai minipit, dengan pemboran sedalam 150-175 cm atau sampai pada lapisan keras/batuan untuk mengambil contoh tanah,dan pada lubang profil yang berukuran 150 X 200 cm sedalam 200 cm untuk mendeskripsikan morfologi tanah. Pengamatan ini dilakukan secara sistematis,sehingga mewakili seluruh wilayah yang diteliti. Hasil pengamatan digunakan untuk mengoreksi penarikan batas satuan lahan yang dilakukan berdasarkan interpretasi citra penginderaan jauh.

Pengamatan tanah dilakukan se-suai dengan jumlah dan kerincian informasi yangingin diperoleh, sehingga jumlah pengamatan per hektar lahan ditentukan olehtujuan atau tingkat pemetaannya. Semakin besar skala peta, diperlukan pengamatanyang semakin rinci, karena informasi yang ada di peta juga harus semakin rinci(Tabel 1). Perlu diketahui bahwa besarnya skala peta ditunjukkan dengan angka,yaitu 1:1.000 (skala terbesar) sampai 1:5.000.000 (skala ter-kecil). Petaberskala 1:1.000 artinya jarak 1 cm di peta menunjukkan jarak 1.000 cm (10 m) dilapangan, sedang peta skala 1:5.000.000 artinya jarak 1 cm di peta menggambarkanjarak 5.000.000 cm (50 km). Pada tingkat eksplorasi, pengamatan tanah cukupdilakukan pada dua sampai lima titik setiap 100.000 ha lahan, sedang padatingkat pemetaan skala besar, seperti skala detail, perlu dilakukan pengamatanpada satu sampai dua titik setiap hektarnya.

Tabel 1 . Acuan pengambilan titik sampel untuk masing-masing jenis peta yang dihasilkan

Jenis Peta Tanah Skala Intensitas Pengamatan*)
Bagan 1:2.500.000 – 1: 5.000.000
Eksplorasi 1:1.000.000 – 1:2.500.000 2-5 titik/100.000 ha
Tinjau 1:200.000 – 1:500.000 1-10 titik/10.000 ha
Tinjau mendalam 1:50.000 – 1: 100.000 1-4 titik/100 ha
Semi detail 1:25.000 – 1:50.000 2-8 titik/100 ha
Detail 1:1.000 – 1:10.000 1-2 titik/1 ha
*) Jumlah ini merupakan acuan dan dapat disesuaikan dengan kondisi lapangan


Kegunaan informasi yang didapat dari masing-masing tingkat pemetaan berbeda-beda.


1. Peta tanah bagan yang berskala kecil (skala 1:2.500.000 sampai1.5.000.000) berguna untuk tujuan mengajar, studi geografi maupun perencanaanglobal. Pembuatan petanya tidak selalu didasarkan pada hasil survei, tetapilebih didasarkan pada pustaka dan pengetahuan mengenai hubungan pembentukantanah dengan iklim, bahan induk, topografi/landscape, dan vegetasi. Informasiyang ada pada peta tanah umumnya disajikan dalam bentuk satuan peta tanah, yangsalah satu unsurnya adalah satuan tanah. Dalam hal ini, untuk peta tanah bagansatuan tanah yang ada masih kasar, dalam kategori tinggi, yaitu tingkat Orderatau Great Group (jenis tanah), misalnya Podsolik, Latosol, pada satuanfisiografi tertentu.

2. Peta tanah eksplorasi (skala 1:1.000.000 – 1:2.500.000), yang disusun berdasarkan pengamatan lapangan yang sangatkasar, satuan tanahnya masih dalam kategori tinggi, Order atau GreatGroup,berupa asosiasi atau kompleks. Satuan peta tanahnya dapat berbentuk land system.Informasi yang ada dapat digunakan untuk tujuan identifikasi potensi daerah. Disamping itu, sering digunakan untuk menguji sistem klasifikasi tanah, mengajar,atau studi geografi. Peta tanah eksplorasi sangat berguna untuk perencanaan tingkat nasional.

3. Peta tanah tinjau (skala 1:200.000 – 1:500.000), informasi yang termuat di dalam peta tanah tinjau, batas satuan petanya didasarkan pada hasil pengamatan tanah di lapangan dan hasil interpretasi melalui studi hubungan antara tanah dan faktor-faktor pembentuk tanah. Satuan tanahnya masih sama dengan pada tingkat eksplorasi. Pemetaannya melalui landsystem dan satuan petanya berupa land unit. Survei tanah tinjau merupakan tahap awal yang perlu diikuti oleh penelitian atau survei tanah yang lebih detail. Peta tanah tinjau digunakan untuk:

Penilaian sumber daya lahan dalam rangka perencanaan penggunaan lahan secaramakro, di tingkat propinsi atau regional;
Sebagai dasar studi ekonomi/sosial, dan merupakan tahap awal bagipengembangan pertanian selanjutnya;
Sebagai dokumentasi sumber daya lahan/tanah untuk program penelitian,reklamasi lahan, dan rasionalisasi penggunaan lahan.

4. Pemetaan tanah tinjau mendalam (skala 1:50.000-1:100.000), yang merupakantindak lanjut dari pemetaan tinjau, menggunakan satuan tanah subgroup (macamtanah) atau soil family, tergantung kerumitan wilayahnya. Batasan satuanpetanya didasarkan pada pengamatan di lapangan, melalui pewakil ataupenjelajahan seluruh lapangan, serta studi hubungan tanah dan faktorpembentuknya melalui analisis citra satelit, potret udara, dan data lainnya.Informasi yang ada dalam peta tanah tinjau mendalam ini umumnya digunakan untuk:

Perencanaan kota atau pengembangan daerah secara lebih mendalam;
Mencari hubungan antara tanah dan penggunaannya;
Pengelolaan usaha tani;
Pengelolaan daerah aliran sungai.

5. Pemetaan tanah semidetail (skala 1:25.000 – 1:50.000) menggunakan satuan tanah famili tanah atau seri tanahdengan fasenya. Tergantung kerumitan daerahnya, satuan tanahnya dapat berupafamili atau seri tanah tunggal, asosiasi atau kompleks. Pembuatan batas satuantanahnya sama dengan pada tingkat tinjau mendalam, tetapi satuan tanahnya lebihhomogen. Pada pemetaan tingkat ini, daerah yang disurvei umumnya sangatterbatas, dan umumnya bertujuan untuk:

Studi kelayakan;
Perencanaan fisik, irigasi, transmigrasi, pengembangan reklamasi tanamanperkebunan, pengelolaan usaha tani dan budi daya tanaman;
Sebagai dasar alih teknologi per-tanian.

6. Pemetaan tanah detail (skala 1:1.000 – 1:10.000) dengan pengamatan lapangan yang sangat intensif, menggunakan satuan tanah pada tingkat seri tanahlengkap dan fase-fasenya lebih detail, sehingga satuan peta tanahnya lebih homogen. Batas satuan peta atau fase diperoleh dari hasil pengamatan dilapangan. Survei tanah detail bertujuan untuk:

WATCH VERY FAST VPN EVER


Mencari hubungan antara tanah dengan berbagai tanaman dan penggunaan lahan;
Perencanaan detail untuk usaha tani, pola tanam, irigasi, konservasi tanah,dan kebun percobaan;
Sebagai dasar untuk alih teknologi pertanian.

Baca Maksud dan Tujuan Survey Lahan
Sumber : Disini


"Hendaknya kesibukan kita lebih berfokus pada penyempurnaan penunaian kewajiban-kewajiban kita kepada Tuhan, sebab Dia, Tuhan yang sekaligus Pemberi Rejeki pasti akan membalas penunaian kewajiban tersebut dengan anugrah-Nya yang akan mencukupi kebutuhan kita." my fav words!

SPESIFIKASI PARIT CACING (FIELD DRAIN)


Deskripsi Kegiatan :

Parit Cacing (Field Drain) adalah saluran/parit dalam blok tanaman sawit dengan ukuran lebar 1 meter dan kedalaman 1 meter (parit 1x1) dengan maksud dan tujuan sebagai saluran pembuangan air dalam blok tanaman sehingga tidak menimbulkan genangan dalam blok tanaman sawit di areal rendahan (rawa/gambut) .

1. Persyaratan Peralatan Kerja


Pembuatan parit cacing atau field drain menggunakan alat excavator PC 100.

2. Teknis Pelaksanaan.


a. Pekerjaan pembuatan pancang as saluran yang akan dibuat.
Pancang as saluran merupakan pancang/patok yang menjadi acuan/arahan kerja operator yang dibuat pada sepanjang jalan-jalan koleksi dalam pekerjaan buat parit. Alat kerja yang digunakan Kompas SUUNTO , meteran 50 meter atau tali slink.
b. Saluran/parit cacing (field drain) dengan ukuran lebar 1 meter dan kedalaman 1 meter.
c. Menentukan lokasi blok yang akan dibuat parit/saluran 1x1 dengan kategori pembuatan 1:4 atau 1:8 dan sehingga agar kerja alat berurutan tidak jauh saat perpindahan.
d. Pembuatan parit cacing dibuat diarea jalur pasar mati (jalur rumpuk).
e. Pada bagian sisi dalam blok tanaman sawit saluran parit field drain dibuat tembus menuju saluran parit koleksi (collection drain)
f. Tanah galian diratakan, agar tidak longsor/jatuh kembali ke parit yang dibuat.


Parit koleksi
Parit Cacing


"Hendaknya kesibukan kita lebih berfokus pada penyempurnaan penunaian kewajiban-kewajiban kita kepada Tuhan, sebab Dia, Tuhan yang sekaligus Pemberi Rejeki pasti akan membalas penunaian kewajiban tersebut dengan anugrah-Nya yang akan mencukupi kebutuhan kita." my fav words!

SPESIFIKASI TEKNIS RUMPUK MEKANIS

DESKRIPSI KEGIATAN

Stacking (Rumpuk Mekanis) adalah bagian dari urutan pelaksanaan pekerjaan Land Clearing (LC) setelah pekerjaan imas tebang dilakukan, dengan maksud mengumpulkan , memotong, mencabut tunggul dan lain-lain dengan menggunakan alat berat Excavator, Bulldozer atau manual atau sejenisnya.

Antoncabon Kebunsawit


Kategori Lahan :

a. Rumpuk Mekanis Lahan Rendahan (rawa) menggunakan excavator
b. Rumpuk Meknis Lahan Kering (darat) menggunakan bulldozer


Lingkup pekerjaan :

1. Persyaratan alat kerja.


Excavator PC 200 atau PC 100 atau alat sejenisnya dengan menggunakan bucket atau grapple yang berfungsi untuk mengumpulkan , memotong , mencabut tunggul dan lain-lain diantara dua jalur as stacking yang didalamnya terdapat 2 jalur atau 4 jalur /baris tanaman dengan jarak 15.56 meter (dua Jalur tanaman/ 1:2 antara 2 as jalur rumpuk) atau untuk jarak 31.13 meter ( 4 jalur tanaman/1:4 antara 2 as jalur rumpuk).


2. Teknis Pelaksanaan Pekerjaan

a. Pekerjaan pembuatan pancang as stacking.
Pancang as stacking merupakan pancang/patok yang menjadi acuan/arahan kerja operator yang dibuat pada sepanjang jalan-jalan koleksi dengan jarak antar pancang 15.56 meter (2 as jalur rumpuk) dengan arah tegak lurus dengan arah jalan produksi. Alat kerja yang digunakan Kompas SUUNTO , meteran 50 meter atau tali slink.
b. Unit PC 100 atau PC 200 dengan menggunakan bucket atau grapple melakukan kegiatan stacking/merumpuk dengan spesifikasi sebagai berikut :
- Kepala atau ekor jalur rumpukan yang berbatasn langsung dengan jalan atau parit diberi jarak 2-3 meter.
- Jalur Rumpukan disusun dengan rapi dan lurus, susunan kayu/ranting atau sampah tanaman disusun sejajar dengan arah jalur rumpukan.
- Jalur rumpukan disusun dengan rapat/padat dengan cara ditekan dengan bucket atau grapple sehingga ketinggian tidak melebihi 1 meter (≤ 1.00 meter) dan lebar 2-4 meter tidak menggangu jalur tanam.
- Jalur rumpukan harus bersih dari tunggul, akar-akaran, anak kayu atau tidak mengganggu jalur tanam (kecuali tunggul ≥ 30 cm akan dilakukan pekerjaan potong tunggul/pekerjaan cincang rumpuk dengan menggunakan chainsaw.
- Pada jalur rumpukan yang dekat kearah parit dipasang kayu log sebagai jembatan penyebrangan (titi pikul)
- Jalur rumpukan berada di jalur mati
- Lebar rumpukan dibuat selebar 2 s/d 4 meter as
- Tidak melakukan kegiatan pembakaran lahan (Zerro Burning)


Stacking Mekanis
Stacking Mekanis

"Hendaknya kesibukan kita lebih berfokus pada penyempurnaan penunaian kewajiban-kewajiban kita kepada Tuhan, sebab Dia, Tuhan yang sekaligus Pemberi Rejeki pasti akan membalas penunaian kewajiban tersebut dengan anugrah-Nya yang akan mencukupi kebutuhan kita." my fav words!

Jalan merupakan sarana utama yang harus dimiliki perkebunan kelapa sawit. Peran dan fungsi utama jalan di perkebunan sawit adalah sebagai sarana transportasi untuk mempertinggi intensitas kontrol, pengangkutan dan komunikasi. Kurang baiknya kondisi jalan dan jembatan akan menurunkan mutu produksi dan peningkatan biaya perawatan alat-alat angkut, oleh karena itu perawatan jalan dan jembatan perlu dilakukan secara rutin.

Perbaikan dan maintenance Jalan di kebun sawit
Excavator


Ada 5 faktor penyebab kerusakan jalan yaitu:

1. air
2. bahan organik
3. kurangnya cahaya matahari
4. sifat tanah (tekstur dan struktur)
5. beban angkutan (tonase) yang berlebihan


Tekstur tanah

Untuk tekstur lempung berpasir tekstur ini jika terkena hujan akan licin dan cepat mengering jika terkena sinar matahari sehingga membutuhkan waktu yang cepat untuk pengeringan. Tekstur tanah yang labil sehingga jika dilalui oleh kendaraan akan merusak jalan.

Pemeliharaan jalan di kebun kelapa sawit dilakukan dengan dua cara yaitu :


1. Secara manual

Perbaikan secara manual dilakukan oleh tenaga kerja pria dengan membuang air dari lubang dan menimbunya kembali setelah lubang kering dan menunas daun kelapa sawit yang telah menutupi jalan yang sering disebut dengan istilah rempes.

2. Mekanis

Kerusakan dalam skala besar akan diperbaiki dengan Grader Catepillar seri 120 G dengan sistem Chamber agar air hujan tersebut mengalir ke parit.


Untuk menjaga agar jalan di perkebunan kelapa sawit tetap terjaga dalam kondisi aman maka berikut adalah strategi untuk memperbaiki jalan di perkebunan kelapa sawit :

1. Membuang semua air yang melewati badan jalan ke parit


Agar hal ini bisa tercapai maka jalan di perkebunan kelapa sawit harus di buat dalam bentuk chember dan jika sudah panjang maka di tegah jalan dapat dibuat polisi tidur atau parit kecil agar air di badan jalan cepat mengalir ke parit jalan.

2. Cross Drain (gorong -gorong)
Agar air yang berada di parit sebelah atas (arah tebing ) dapat menyeberangi jalan tanpa merusak jalan maka harus di pasang yang namanya cross drain (penyeberangan air) tujuannya agar air menyeberangi jalan tanpa merusak badan jalan. ada beberapa jenis cross drain di perkebunan sawit :

Jembatan betina

Dapat dibuat dari kayu atau beton dengan cara pemasangan hanya di badan jalan yang akan di lalui oleh ban kendaraan saja.

Gorong - gorong

Dapat dipasang sesuai dengan kebutuhan biasanya untuk jalan koleksi sebanyak 5 pcs sedangkan untuk jalan poros biasanya mencapai 10 s/d 12 pcs

Pipa paralon 14 inci

Dapat dipasang sebagai pengaanti gorong-gorong beton karena proses pemasangan mudah dan pengangkutan bahan juga lebih praktis bila dibandingkan dengan gorong -gorong beton.

3. Parit dan Sodetan

Parit merupakan kunci agar jalan awet karena jika air mengalir lewatbadan jalan maka jalan akan cepat rusak.

Sedangkan sodetan adalah untuk membuang air di parit ke dalam kebun sawit agar volume air yang mengalir sepanjang parit tidak terlalau banyak. Jarak sodetan dapat disesuaikan dengan volume air yang mengalir biasanya jaraknya sekitar 50 meter.

4. Laterik dan sirtu

Untuk mengeraskan jalan maka dapat dilakukan penimbunan dengan laterik atau sirtu dengan ketebalan 10 s/d 20 cm.

5. Rempes jalan (pangkas pelepah)

Tujuannya agar cahaya matahari cepat sampai kepermukaan tanah sehingga jalan cepat kering setelah hujan datang dengan cara pruning pelepah sawit daerah tepi jalan.

Jaringan drainase harus dibangun selama tahap pembangunan kebun kelapa sawit ditanam. Pembuatan saluran drainase sebaiknya dimulai dari bawah atau dari hilir ke hulu, serta keadaan parit harus diatur sedemikian rupa sehingga semua air dar parit satu atau parit yang lain dapat mengalir kesungai dengan baik. Kecepatan airan air pada saluran drainase cukup baik jika salutan tersebut memiliki kemiringan 1 : 5000- 1 : 3000 dengan rotasi pekerjaan 6 bulan sekali. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan saluran drainase adalah :

- Semak-semak yang menutupi parit harus dibersihkan
- Tanah galian dibuang keatas dan disebar serata mungkin dan digunakan sebagai bahu badan jalan atau dalam area blok .
- Tanah yang ada dalam parit dinaikan keatas.
- Saluran drainase dan pinggiran sungai yang terbuka perlu diperkuat dengan jaringan-jaringan yang diisi dengan batu.



PemadatanPemeliharaan jalan dilakukan secara manual tetapi diusahakan menggunakan alat grader dan compactor. Permukaan jalan diusahakan cembung sehingga pada saat hujan turun air tidak menggenang, pemeliharaan jalan dilakukan setiap enam bulan sekali, sementara parit drainase dibangun untuk mengeluarkan kelebihan air agar areal tanaman kelapa sawit tidak tergenang dengan cara mengangkat/ menggali tanah yang menutup parit. Pada areal TBM parit dibuat dengan lebar 1 m dengan kedalaman 1,5 meter. Pembuatan parit ini menggunakan tenaga borongan dengan target 100 m/hk.


pemukaan jalan


A = DMJ (Daerah Milik Jalan)
B = Pinggir Jalan
C = Parit Jalan
D = Bahu Jalan
E = Badan Jalan

Klasifikasi Jalan Perkebunan

1. Jalan Koleksi (Collection Roads)
2. Jalan Produksi (Production Roads)
3. Jalan Poros (Main Roads)
4. Jalan Batas Luar Kebun/Boundary (Boundary Roads)
5. Jalan Countur

Area Rawa/Gambut


Jalan koleksi

Jalan produksi

Boundary

Poros



Teras kontur dibuat dengan Buldozer dengan lebar teras 4 m dengan kemiringan 10-15º. Pembuatan teras ini membutuhkan biaya yang besar, tetapi mempunyai keuntungan diantaranya konservasi tanah, konservasi air mencegah dan mengurangi erosi pupuk, memberikan kemudahan operasional dilapangan, meningkatkan hasil TBS dan brondolan dan mengurangi biaya perawatan jalan.

Konsep dasar perkerasan jalan :

1. Memiliki tebal total yang cukup
2. Mampu mencegah masuknya air , baik dari luar maupun dari dalam
3. memiliki permukaan yang rata, elevasi darin yang cukup, tidak licin, awet terhadap distorsi oleh lalu lintas dan cuaca.

Konsep dasar desain lapis perkerasan jalan :

a. Memperbaiki / meningkatkan CBR dari subbase ataupun base course dengan bahan yang lebih baik
b. Mengimprove (memperbaiki mutu) lapis tanah dasar dengan cara :
- stabilisasi kimia
- stabilisasi mekanis
menimbun tanah dasar asli dengan bahan tanah timbunan yang lebih baik (CBR yang lebih tinggi)
c, Mempertebal lapisan sub base maupun base course
d. Dengan cara-cara antara lain dengan menambah lapisan penguat tipis anatara tanah dsar dengan lapis pondasi dengan menggunakan bahan-bahan geosintetik (geotextil, geogrid dll).

Test-test yang dilakukan antara lain :

1. test daya dukung
CBR/DCPT (Dynamic Cone Penetrometer Test)
Plate Loading Test
Triaxial
dan-lain-lain

2, Tes Kepadatan
San cone Methode
water ballon method
ultrasound methode

CBR (California Bearing Ratio) ialah suatu jenis test untuk mengukur daya dukung / kekuatan geser tanah atau bahan pondasi jalan. Mula-mula dikembangkan oleh California Division of Higways sekitar tahun 1930an .

California Bearing Ratio


Product soil stabilizer antara lain:

1. Geotextile atau geogrid system
2. Ecomix
3. Biofermazeem
4. Roads Packer
5. Ecobon
6. Matos

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai perbaikan dan maintenance jalan di kebun sawit, semoga dapat bermanfaat.

"Hendaknya kesibukan kita lebih berfokus pada penyempurnaan penunaian kewajiban-kewajiban kita kepada Tuhan, sebab Dia, Tuhan yang sekaligus Pemberi Rejeki pasti akan membalas penunaian kewajiban tersebut dengan anugrah-Nya yang akan mencukupi kebutuhan kita." my fav words!

Tutorial Map Info 9
Tutorial MapInfo Profesional  9

Tutorial MapInfo Profesional  9

MapInfo adalah software komputer (program) yang dirancang khusus untuk pemetaan. Dimana peta disimpan dalam bentuk digital sehingga mudah untuk diolah dan di perbanyak dengan skala yang dapat diatur sesuai dengan kebutuhan. Sumber data dalam MapInfo dapat bersumber dari :
a. GPS ( Global Position System )
b. Compass
Data MapInfo berupa data parsial dan data non parsial. Data Parsial berupa Peta yang berbentuk symbol garis , titik, dan area. Sedangkan data non parsial berupa keterangan/informasi yang terdapat/menyertai data parsial. Data non parsial dapat dioleh menjadi Data Base atau di export ke program Dbase. Sehingga setiap file mapinfo terdiri dari dua file yaitu :
a. File peta (Symbol) yang berinitial *.Tab.
Pada saat kita membuka file, maka yang kita cari adalah file yang berinitial *.Tab ini.
b. File data yang berinitial *.Dat.
File ini tidak dapat dibuka di MapInfo secara sendiri. File ini akan
outomatis terbuka sendiri pada saat membuka file berinitial *.Tab.

Tutorial Map Info 9


Memulai program MapInfo

Untuk memulai program mapinfo ada dua cara yaitu :

- Dari Menu SortCut. Dari Icon SortCut Klik dua kali.
- Dari Start Menu . Klik Start Menu, Pilih ManInfo lalu klik satu kali

Setelah itu akan muncul kotak dialog Quick start, pada pilihan ini terdapat 4 pilihan alternatif yang dapat dipilih yaitu :

Tutorial Map Info 9

  • Restore Previous Session : mapinfo menyimpan semua file, theme dan window yang masih terbuka saat pengguna keluar dari program aplikasi mapinfo
  • Open Last used workspace : membuka workspace yang terakhir dibuka
  • Open a Workspace : membuka workspace
  • Open a Table : membuka tabel tabel mapinfo



Untuk keluar dari menu Quick start pilih Cancel

Setelah program mapinfo dibuka untuk menjalankan perintah-perintah mapinfo diperlukan toolbar. Jika tampilan toolbar tidak tampil maka untuk memunculkannya dapat dilakukan dengan cara pilih menu Option\ Toolbar kemudian pada kotak dialog option pilih toolbar-toolbar yang akan dimunculkan dengan memberi tanda pada kotak show  dan floating kemudian pilih OK

Tutorial Map Info 9


Tutorial Map Info 9

Membuat Tabel baru

Untuk memulai proses pembuatan peta maka langkah pertama yang harus dilakukan, kita harus membuat tabel sebagai media gambar.Pembuatan tabel tersebut t dapat dilakukan dengan cara memilih toolbar
atau melalu menu File\ New Table setelah itu akan muncul kotak dialog New Table kemudian beri tanda (Check) Open New Maper.

 
Tutorial Map Info 9


Klik tombol Create. Muncul kotak dialog New Table Structure. Pilih Add Field kemudian pilih Created setelah itu save tabel tersebut dengan nama yang jelas. Untuk memulai proses drawing maka kita harus membuka file yang baru saja kita buat tadi dengan cara pilih menu File\ Open lalu pilih file yang baru saja kita buat tadi setelah itu pilih open. Langkah selanjutnya rubah posisi tabel menjadi Editable dengan cara pilih toolbar atau dapat melalui menu Map\ Layer kontrol setelah itu beri tanda pada gambar pena lalu pilih OK

Tutorial Map Info 9


Tutorial Map Info 9

Tutorial Map Info 9

Tutorial Map Info 9

Tutorial Map Info 9

Tutorial Map Info 9


Tutorial Map Info 9

Tutorial Map Info 9


Tutorial Map Info 9

Tutorial Map Info 9

Tutorial Map Info 9


Tutorial Map Info 9


4.32 Merubah tulisan / edit tulisan

- Klik dua kali (double klik) obyek yang akan diedit. Muncul kotak dialog text object
- Ketik ulang tulisan yang akan diedit pada kolom text.
- Untuk memberikan spasi pada text yang panjang pada kotak Line Spacing pilih jenis spasi yang akan dipakai
- Kemudian untuk perataan teks, pilih jenis perataan yang digunakan pada kotak Justification
- Untuk memberikan effect garis tunjuk pada text yang diedit pilih jenis garis yang akan digunakan
- Untuk rotasi text ketikkan sudut putar text pada kotak Rotation Ange
- Klik Oke

Tutorial Map Info 9


Tutorial Map Info 9

Tutorial Map Info 9

Demikianlah sedikit Tutorial cara menggunkan software MapInfo Professional 9 , jika ada kekurangan silahkan anda tambahkan di kolom komentar, terimakasih.

Tutorial Lengkap

Jika anda ingin Tutorial lebih lengkap yang disertai video pentunjuk penggunaan silahkan menuju link Tutorial Lengkap Map Info Professional beserta Video.


"Hendaknya kesibukan kita lebih berfokus pada penyempurnaan penunaian kewajiban-kewajiban kita kepada Tuhan, sebab Dia, Tuhan yang sekaligus Pemberi Rejeki pasti akan membalas penunaian kewajiban tersebut dengan anugrah-Nya yang akan mencukupi kebutuhan kita." my fav words!

anton cabon

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-fME0-Q7mHwk/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAB1Y/crJy9GuYZA8/s120-c/photo.jpg} adalah seorang ayah dari 3 orang anak, suami dari seorang istri yang cantik. Estate Manager disalah satu perusahaan perkebunan di Indonesia. Blogger addict, ia memiliki pengetahuan dan masih belajar coding, html, javascript, css serta yang sejenisnya. Anda bisa menghubungi antoncabon kapanpun lewat media disqus atau kontak form serta media sosial dipojok kanan atas, terimakasih. {facebook#https://facebook.com/antoncabon} {twitter#https://twitter.com/antoncabon} {google#https://plus.google.com/+antoncabon} {pinterest#https://pinterest.com/antoncabon392} {youtube#https://youtube.com/antoncabon} {instagram#https://instagram.com/antoncabon}
Powered by Blogger.